Alamat

Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

faud@iainmadura.ac.id

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep Tekankan Kesiapan Karier dan Peran Strategis Alumni FAUD UIN Madura

  • Diposting Oleh ADMIN FAUD
  • Rabu, 15 April 2026
  • Dilihat 27 Kali
Bagikan ke

Pamekasan, 15 April 2026 - Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FAUD) Universitas Islam Negeri Madura menyelenggarakan Yudisium ke-15 dan ke-16 pada Rabu (15/04/2026). Bertempat di Aula FAUD UIN Madura, kegiatan ini menjadi momentum penting karena merupakan pelaksanaan yudisium pertama dan kedua sejak transformasi kelembagaan dari IAIN Madura menjadi UIN Madura. Perubahan status kelembagaan ini tidak hanya bersifat administratif, melainkan juga membawa implikasi akademik yang luas, terutama dalam peningkatan mutu lulusan, penguatan kurikulum integratif, serta perluasan peran institusi dalam merespons dinamika sosial-keagamaan kontemporer.

Sebanyak 72 mahasiswa mengikuti prosesi yudisium, yang terdiri atas 42 lulusan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta 30 lulusan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Komposisi ini mencerminkan dua orientasi keilmuan utama dalam FAUD, yaitu penguasaan teks keislaman berbasis turats (literatur klasik) dan kemampuan komunikasi dakwah yang adaptif terhadap perkembangan media dan masyarakat modern. Secara akademik, integrasi dua bidang ini menunjukkan upaya FAUD dalam membangun paradigma keilmuan yang tidak hanya normatif-teologis, tetapi juga kontekstual dan aplikatif.

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, yudisium kali ini menghadirkan narasumber eksternal sebagai bagian dari penguatan kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia pascakampus. H. Abdul Wasid, M.Pd.I., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, hadir memberikan pembekalan mengenai peluang karier dan peran strategis alumni Fakultas Ushuluddin dan Dakwah di tengah dinamika masyarakat kontemporer. Selain itu, turut hadir Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum UIN Madura, Dr. H. Machsun Zain, S.Ag., M.Si., yang mewakili Rektor UIN Madura.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Wasid menyampaikan paparan seputar “Peluang Karier dan Peran Strategis Alumni Fakultas Ushuluddin dan Dakwah” yang sekaligus menjadi tema kegiatan yudisium. Ia menegaskan bahwa lulusan FAUD memiliki peluang yang luas dan strategis di tengah masyarakat, terutama dalam mengisi ruang-ruang keagamaan yang membutuhkan otoritas keilmuan yang kredibel.

Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah memiliki kesempatan karier yang cukup luas, bahkan menjadi salah satu profil lulusan yang sangat dibutuhkan. Ia mengingatkan bahwa fenomena maraknya penyampaian wacana keagamaan oleh individu yang tidak memiliki kompetensi memadai dapat menimbulkan distorsi pemahaman agama. “Jika demikian, yang terjadi adalah dlallun mudlillun, sesat dan menyesatkan,” terangnya. Pernyataan ini secara akademik menggarisbawahi pentingnya otoritas epistemik dalam studi keislaman, di mana validitas pengetahuan agama harus didasarkan pada metodologi yang sahih dan penguasaan disiplin ilmu yang mendalam.

Wasid menjelaskan bahwa alumni Fakultas Ushuluddin dan Dakwah memiliki peluang karier yang beragam dan lintas sektor. “Bisa guru Al-Qur’an hadis, penyuluh agama, konsultan keagamaan, dosen, da’i, content creator, dan lain sebagainya,” ujarnya. Diversifikasi peluang ini menunjukkan bahwa lulusan FAUD tidak terikat pada satu jalur profesi tertentu, melainkan memiliki fleksibilitas untuk berkontribusi di berbagai bidang, termasuk sektor digital yang kini menjadi medan baru dalam berdakwah.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa untuk dapat beradaptasi dan berkompetisi di tengah tantangan global, alumni harus memiliki penguasaan disiplin keilmuan yang kuat sekaligus kemampuan membangun jejaring profesional. Dalam perspektif akademik, hal ini berkaitan dengan konsep pembelajaran sepanjang hayat dan modal jejaring, di mana keberhasilan individu tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan untuk terus belajar dan membangun relasi strategis.

Ia juga menambahkan pentingnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill. “Hard skill dalam bentuk kemampuan teknis spesifik yang dapat diukur harus terus diasah dan ditingkatkan, di samping tentu saja penguatan soft skill,” ujarnya. Dalam kerangka pendidikan tinggi, penguatan soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, dan etika profesional menjadi elemen kunci dalam membentuk lulusan yang holistik dan adaptif.

Pada bagian akhir pemaparannya, Abdul Wasid menekankan tiga prinsip utama yang harus menjadi fondasi kesuksesan lulusan, yaitu integritas, moralitas, dan spiritualitas. Ketiga aspek ini merepresentasikan dimensi etis dalam pendidikan Islam yang tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter. Dalam konteks masyarakat modern yang kompleks, nilai-nilai tersebut menjadi penyeimbang terhadap kecenderungan pragmatisme dan krisis moral.

Dengan demikian, penyelenggaraan yudisium ini tidak hanya berfungsi sebagai seremoni akademik, tetapi juga sebagai ruang refleksi epistemologis dan praksis bagi para lulusan. Transformasi dari IAIN menjadi UIN Madura menuntut adanya redefinisi peran alumni, dari sekadar lulusan yang menguasai ilmu keagamaan menjadi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kebutuhan masyarakat kontemporer.

Diketahui bahwa yudisium kali ini diikuti oleh 72 mahasiswa, yang meliputi 42 mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta 30 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Dengan bekal keilmuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang telah diperoleh, para lulusan FAUD UIN Madura diharapkan mampu memainkan peran strategis dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan, moderat, dan berkeadaban. [dkn/km/dlt]