Yudisium XV dan XVI FAUD UIN Madura: Penguatan Peran Strategis Alumni di Era Transformasi Kelembagaan
- Diposting Oleh ADMIN FAUD
- Rabu, 15 April 2026
- Dilihat 23 Kali
Pamekasan, 15 April 2026- Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FAUD) Universitas Islam Negeri Madura menyelenggarakan Yudisium ke-15 dan ke-16 pada Rabu (15/04/2026), bertempat di Aula FAUD UIN Madura. Kegiatan ini menjadi momentum penting karena merupakan pelaksanaan yudisium pertama dan kedua sejak transformasi kelembagaan dari IAIN Madura menjadi UIN Madura. Sebanyak 72 mahasiswa mengikuti prosesi tersebut, terdiri atas 42 lulusan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta 30 lulusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Komposisi ini menunjukkan integrasi antara penguasaan keilmuan tekstual keislaman dan kemampuan komunikasi dakwah sebagai dua pilar utama dalam pembentukan profil lulusan FAUD.
Dalam sambutannya, Dekan FAUD, Ah. Fawaid, menyampaikan apresiasi kepada para peserta yudisium atas capaian akademik yang diraih. Ia menegaskan, “Selamat dan sukses untuk kalian para yudisi yang telah berhasil menyelesaikan studi dengan penuh perjuangan, ketekunan, dan kesungguhan. Hanya pejuang sejati yang berani melangkah dan menuntaskannya hingga lulus.” Pernyataan ini menekankan bahwa kelulusan merupakan hasil dari proses panjang yang menuntut ketahanan akademik dan komitmen yang kuat.
Lebih lanjut, dekan juga merespons kritik yang berkembang di ruang publik terkait kualitas lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Ia secara tegas menyatakan, “Kalian harus menunjukkan kepada mereka bahwa alumni PTKI, tidak terkecuali alumni Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, bisa berkontribusi dan berkompetisi dengan alumnus perguruan tinggi manapun.” Ia menambahkan bahwa “Bukti nyata di lapangan dan prestasi kita yang bisa membantah tudingan miring tersebut.”
Penegasan ini mengandung makna bahwa legitimasi kualitas lulusan tidak cukup dibangun melalui klaim normatif, melainkan harus diwujudkan melalui kinerja nyata di tengah masyarakat. Dalam konteks ini, implementasi ilmu menjadi aspek krusial. FAUD tidak hanya membekali mahasiswa dengan penguasaan keilmuan Islam secara mendalam, tetapi juga dengan kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi dakwah, serta kepekaan sosial, tambahnya lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Biro AKU UIN Madura, Dr. H. Machsun Zain, S.Ag., M.Si., yang hadir mewakili rektor, menegaskan posisi strategis FAUD. Ia menyatakan bahwa “Fakultas Ushuluddin dan Dakwah merupakan pilar fundamental UIN Madura.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa FAUD memiliki peran penting dalam menjaga identitas keilmuan PTKI dan arah pengembangan institusi.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan adapttasi lulusan di tengah perubahan zaman. “Alumni FAUD memiliki bekal penguasaan dan fasih dalam literatur klasik, dan oleh karena itu kalian harus bisa beradaptasi dengan tantangan kekinian, santun, akademis dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya integrasi antara penguasaan tradisi keilmuan klasik dan respons terhadap dinamika kontemporer.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa lulusan FAUD memiliki karakteristik yang dibutuhkan masyarakat saat ini, yaitu kedalaman spiritualitas dan kemampuan komunikasi dakwah yang relevan. “Diharapkan para alumni bisa menjadi sosok yang santun dengan cara berpikir yang moderat, serta menyampaikan dakwah yang terbuka dan membawa pencerahan,” tegasnya.
Penyelenggaraan yudisium ini tidak hanya menjadi penanda administratif kelulusan, tetapi juga bagian dari strategi institusional dalam meneguhkan peran alumni sebagai agen perubahan. Dalam konteks transformasi dari IAIN menjadi UIN Madura, tuntutan terhadap kualitas lulusan semakin tinggi, baik dari aspek akademik, sosial, maupun moral.
Pada akhirnya, para lulusan FAUD diharapkan mampu mengaktualisasikan ilmu yang diperoleh selama masa studi dalam berbagai ruang pengabdian. Dengan bekal keilmuan yang integratif, kemampuan komunikasi yang adaptf, serta komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan, alumni FAUD UIN Madura memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat yang moderat, inklusif, dan berkeadaban. [afs/dk/hms]