FAUD Sosialisasikan VMTS dan Tagline kepada Pengguna Lulusan
- Diposting Oleh ADMIN FAUD
- Kamis, 27 Agustus 2026
- Dilihat 43 Kali
PAMEKASAN — Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FAUD) UIN Madura memperkuat sinergi dengan para pengguna lulusan dan lembaga mitra melalui sosialisasi Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) fakultas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Focus Group Discussion (FGD) Penyamaan Persepsi Pelaksanaan Praktikum Reguler FAUD 2026 yang digelar di Gedung Syaikhona Muhammad Khalil, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Madura, Kamis (27/8/2026).
Sosialisasi VMTS tersebut menjadi momentum strategis seiring dengan perubahan bentuk kelembagaan dari IAIN Madura menjadi UIN Madura. Perubahan tersebut tidak hanya membawa konsekuensi pada aspek kelembagaan, tetapi juga menuntut adanya penyesuaian arah pengembangan institusi melalui visi, misi, tujuan, dan sasaran yang baru. Penyesuaian tersebut kemudian diturunkan hingga ke tingkat fakultas, termasuk Fakultas Ushuluddin dan Dakwah.
Dekan FAUD UIN Madura, Ah. Fawaid, menyampaikan bahwa pengenalan VMTS kepada pengguna lulusan dan mitra merupakan bagian penting dalam membangun kesamaan arah antara fakultas dengan para pemangku kepentingan eksternal.
Menurutnya, sosialisasi VMTS tidak semata-mata dilakukan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan administratif kelembagaan. Lebih dari itu, VMTS perlu dipahami oleh para mitra agar mereka mengetahui arah dan target jangka panjang lembaga yang selama ini menjadi mitranya.
“VMTS baru ini penting disampaikan dan diketahui oleh mitra dan pengguna. Bukan semata karena keharusan administratif, tetapi agar pengguna mengenali target jangka panjang lembaga yang menjadi mitranya,” ujar Ah. Fawaid.
Pemahaman terhadap VMTS, lanjutnya, juga diharapkan dapat membantu para mitra dalam mengidentifikasi dan memilah berbagai bentuk aktivitas kerja sama yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan fakultas. Dengan demikian, kerja sama antara FAUD dengan lembaga mitra tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat diarahkan untuk mendukung pencapaian tujuan strategis fakultas.
Ah. Fawaid juga menekankan pentingnya menempatkan pengguna lulusan dan pihak eksternal sebagai bagian dari ekosistem pengembangan perguruan tinggi.
“Pengguna dan pihak eksternal merupakan bagian dari ekosistem yang turut menjadi bagian dari perubahan besar lembaga. Karena itu, mereka perlu mengetahui ke mana arah lembaga ini bergerak dan bagaimana mereka dapat mengambil bagian dalam perubahan tersebut,” jelasnya.
Perkenalkan Tagline FAUD
Dalam kesempatan yang sama, Dekan FAUD juga memperkenalkan tagline Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, yakni “Menjaga Nilai, Membaca Zaman, dan Menggerakkan Peradaban.”
Tagline tersebut menjadi representasi semangat FAUD dalam menjalankan peran akademik dan kelembagaannya di tengah perubahan zaman. Menjaga Nilai merepresentasikan komitmen fakultas dalam mempertahankan nilai-nilai keislaman dan keilmuan sebagai fondasi pendidikan. Membaca Zaman menunjukkan kesiapan FAUD dalam merespons perkembangan sosial, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Sementara Menggerakkan Peradaban menegaskan orientasi fakultas untuk menghasilkan lulusan dan gagasan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pengenalan tagline kepada para pengguna lulusan sekaligus menjadi upaya membangun pemahaman bahwa lulusan FAUD tidak hanya diarahkan untuk memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan dan memberikan kontribusi di berbagai ruang kehidupan.
Hadirkan 16 Lembaga Mitra
Sosialisasi VMTS dan tagline tersebut diikuti oleh 16 perwakilan lembaga mitra yang sekaligus merupakan pengguna lulusan dari program studi di lingkungan FAUD.
Sejumlah lembaga yang hadir di antaranya enam Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Pamekasan, MJTV Pamekasan, Radio Karimata, Kabar Madura, Klik Madura, serta sejumlah lembaga mitra lainnya.
Kehadiran para pimpinan lembaga mitra dalam forum tersebut memiliki arti penting karena mereka merupakan pihak yang secara langsung berinteraksi dengan mahasiswa FAUD dalam pelaksanaan Praktikum Reguler. Pada saat yang sama, mereka juga menjadi salah satu pihak yang dapat memberikan gambaran mengenai kompetensi dan kebutuhan dunia kerja terhadap lulusan.
Karena itu, FGD tidak hanya diarahkan untuk menyamakan persepsi teknis pelaksanaan praktikum, tetapi juga menjadi ruang dialog antara fakultas dan pengguna lulusan mengenai kebutuhan, kompetensi, serta arah pengembangan lulusan FAUD.
Melalui forum tersebut, FAUD berharap hubungan dengan para mitra dapat berkembang dari sekadar kerja sama pelaksanaan praktikum menjadi kemitraan strategis dalam pengembangan pendidikan, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta penyiapan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar FAUD untuk menerjemahkan tagline “Menjaga Nilai, Membaca Zaman, dan Menggerakkan Peradaban” ke dalam praktik kelembagaan: berakar pada nilai, responsif terhadap perubahan, dan berorientasi pada kontribusi bagi peradaban.[]