Tutup KKN 2026, FAUD UIN Madura Bekali 93 Mahasiswa Peserta Praktikum
- Diposting Oleh ADMIN FAUD
- Jumat, 28 Agustus 2026
- Dilihat 45 Kali
Pamekasan, 27 Agustus 2026 — Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FAUD) UIN Madura secara resmi menutup rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 sekaligus melaksanakan Sosialisasi Pelaksanaan Praktikum FAUD 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung Syaikhona Muhammad Khalil FAUD UIN Madura, Kamis (27/8/2026), mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 94 mahasiswa yang akan melaksanakan praktikum di 16 lembaga mitra. Selain itu, satu mahasiswa FAUD berhasil lolos dalam Program Prima Magang yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Mahasiswa tersebut mendapatkan kesempatan melaksanakan kegiatan magang praktikum di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Surabaya.
Dengan demikian, terdapat 17 lembaga yang menjadi lokasi pelaksanaan praktikum mahasiswa FAUD tahun 2026, terdiri atas 16 lembaga mitra FAUD dan satu lembaga melalui Program Prima Magang Kementerian Agama RI. Sebagian besar lembaga mitra berada di wilayah Pamekasan, sementara beberapa lainnya berada di Surabaya dan Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Dekan FAUD UIN Madura, Ah. Fawaid, menyampaikan bahwa agenda tersebut memiliki dua fokus utama, yakni laporan penyelenggaraan KKN 2026 dan sosialisasi pelaksanaan praktikum mahasiswa.
Menurutnya, secara umum pelaksanaan KKN 2026 berjalan dengan sangat baik. Berbagai program yang dirancang mahasiswa dapat direalisasikan di tengah masyarakat, bahkan terdapat sejumlah kegiatan yang mampu melampaui program kerja yang telah direncanakan sebelumnya.
“Secara umum, kegiatan KKN berjalan sangat baik. Sejumlah kegiatan terlaksana, bahkan melampaui program kerja yang telah direncanakan,” ungkapnya.
Dekan berharap berbagai pengalaman dan kontribusi mahasiswa selama menjalankan KKN tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Pengalaman tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat mitra sekaligus menjadi inspirasi bagi pelaksanaan KKN FAUD pada masa mendatang.
“Semoga pengalaman baik yang telah kalian lakukan selama KKN berdampak pada masyarakat mitra dan menginspirasi kegiatan KKN di masa-masa yang akan datang,” pesannya.
Praktikum, Momentum Mengenal Dunia Kerja
Memasuki agenda sosialisasi praktikum, Ah. Fawaid menegaskan bahwa kegiatan praktikum tidak boleh dipahami semata-mata sebagai pemenuhan kewajiban akademik mahasiswa. Lebih dari itu, praktikum merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung situasi nyata di dunia kerja dan dunia industri.
Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan hasil pertemuan antara pihak FAUD dengan sejumlah perwakilan lembaga mitra yang akan menjadi tempat mahasiswa melaksanakan praktikum.
“Praktikum bukan semata kewajiban akademik, melainkan momentum untuk pengenalan awal dengan situasi nyata di dunia kerja dan dunia industri,” tegasnya.
Karena itu, Dekan meminta mahasiswa mempersiapkan diri dengan baik sebelum memasuki lembaga mitra. Menurutnya, terdapat sejumlah sikap dasar yang harus menjadi perhatian setiap praktikan, terutama komitmen terhadap kedisiplinan, kesopanan, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat praktikum.
“Karena itu, ada situasi yang perlu kalian persiapkan, di antaranya komitmen untuk disiplin, sopan, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana kalian melakukan praktikum,” jelasnya.
Ia menambahkan, mahasiswa FAUD pada dasarnya telah memperoleh modal pengetahuan dan kompetensi dasar selama menjalani proses pembelajaran di kampus. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti dalam ruang kelas, tetapi mampu diterapkan secara nyata selama mahasiswa berada di lembaga mitra.
“Modal dan kompetensi dasar telah kalian dapatkan di kampus, dan pengetahuan itu sejatinya bisa diterapkan dalam lingkungan di mana kalian berpraktikum,” tuturnya.
Selain kemampuan teknis atau hard skill, Dekan juga mengingatkan mahasiswa agar memberikan perhatian serius terhadap pengembangan soft skill. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, menjaga etika, dan membangun relasi profesional dinilai menjadi bagian penting dari keberhasilan mahasiswa selama mengikuti praktikum.
“Hard skill sudah kalian miliki, dan jangan lupa ada hal penting lainnya yang patut kalian perhatikan, yaitu soft skill.”
Dekan berharap seluruh rangkaian praktikum FAUD 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Ia juga berharap mahasiswa mampu menjaga nama baik pribadi, fakultas, dan UIN Madura selama berada di lembaga mitra.
Laboratorium FAUD Berikan Pengarahan Teknis
Pada kesempatan yang sama, Kepala Laboratorium FAUD UIN Madura, Hafidlatul Fauzuna, selaku pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan praktikum memberikan pengarahan teknis kepada seluruh peserta.
Dalam arahannya, ia kembali menegaskan pesan Dekan mengenai pentingnya menjaga disiplin, kesopanan, dan profesionalisme selama menjalankan tugas di lembaga mitra. Mahasiswa diminta memahami bahwa kehadiran mereka di tempat praktikum bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi juga sebagai representasi FAUD dan UIN Madura.
Selain memberikan penguatan terkait etika dan sikap selama praktikum, Kepala Laboratorium FAUD juga menjelaskan berbagai teknis pelaksanaan kegiatan, mulai dari penempatan mahasiswa, mekanisme pelaksanaan, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan selama berada di lembaga mitra.
Sebanyak 93 mahasiswa akan ditempatkan di 16 lembaga mitra yang telah bekerja sama dengan FAUD. Sementara satu mahasiswa lainnya mengikuti Program Prima Magang Kementerian Agama RI dan ditempatkan di Dukcapil Kota Surabaya.
Keberadaan lembaga mitra yang tersebar di sejumlah wilayah, terutama Pamekasan, Surabaya, dan Yogyakarta, diharapkan dapat memberikan ruang belajar yang beragam bagi mahasiswa. Dengan lingkungan praktikum yang berbeda-beda, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan kompetensi akademik sekaligus mengembangkan kemampuan profesional sesuai karakteristik lembaga tempat mereka bertugas.
Melalui penutupan KKN dan sosialisasi praktikum tersebut, FAUD UIN Madura tidak hanya menandai berakhirnya satu tahapan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga membuka tahapan pembelajaran baru melalui pengalaman langsung di dunia kerja. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas untuk memastikan mahasiswa memiliki kesiapan akademik, keterampilan, serta karakter profesional sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.[]