Alamat

Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

faud@iainmadura.ac.id

FAUD UIN Madura Perkuat Praktikum Mahasiswa melalui Penyamaan Persepsi dengan Mitra Dunia Kerja

  • Diposting Oleh ADMIN FAUD
  • Kamis, 27 Agustus 2026
  • Dilihat 47 Kali
Bagikan ke

PAMEKASAN — Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FAUD) UIN Madura terus memperkuat keterhubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Praktikum Reguler FAUD 2026 yang dibekali dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyamaan Persepsi Pelaksanaan Praktikum FAUD 2026.

Kegiatan FGD tersebut digelar pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Aula Gedung Syaikhona Muhammad Khalil, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Madura. Forum ini mempertemukan Dosen Pamong dari lembaga mitra dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk menyamakan persepsi mengenai pelaksanaan dan pembimbingan mahasiswa selama mengikuti praktikum.

Dekan FAUD UIN Madura, Ah. Fawaid, mengatakan bahwa praktikum merupakan bagian penting dari proses pendidikan mahasiswa. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata mengenai dinamika dunia kerja sekaligus mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama proses pembelajaran di kampus.

“Praktikum ini merupakan bagian dari dharma pendidikan dan pengajaran, yang merupakan salah satu unsur dari Tridharma Perguruan Tinggi,” ujar Ah. Fawaid.

Menurutnya, praktikum tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai kegiatan mahasiswa untuk memenuhi kewajiban akademik. Lebih dari itu, praktikum merupakan bagian dari proses pembentukan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman langsung di lingkungan profesional.

Menjembatani Kurikulum dan Dunia Kerja

Ah. Fawaid menjelaskan bahwa FGD yang mempertemukan Dosen Pamong dan DPL memiliki posisi strategis untuk memastikan adanya keterkaitan yang kuat antara kurikulum yang dikembangkan perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di dunia kerja dan dunia industri.

“Forum ini mempertemukan Dosen Pamong dari pihak lembaga mitra dan DPL dalam rangka memastikan apakah kurikulum yang dibangun oleh lembaga memiliki keterkaitan yang kuat dengan apa yang ada di dunia kerja dan dunia industri,” jelasnya.

Melalui forum tersebut, fakultas dan lembaga mitra dapat mendiskusikan berbagai aspek pelaksanaan praktikum, termasuk pola pembimbingan, bentuk aktivitas mahasiswa, hingga kompetensi yang perlu dikembangkan selama berada di tempat praktikum.

Dekan berharap FGD tersebut dapat menghasilkan kesamaan persepsi mengenai bagaimana membangun kecakapan teknis mahasiswa sekaligus membentuk kompetensi, karakter, dan integritas profesional.

Dengan demikian, pengalaman mahasiswa selama menjalani praktikum tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga mencakup pembentukan sikap kerja yang diperlukan ketika mereka nantinya memasuki dunia profesional.

Lembaga Mitra Bukan Sekadar Tempat Praktik

Dalam kesempatan tersebut, Ah. Fawaid menegaskan bahwa keberadaan lembaga mitra memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar menyediakan tempat bagi mahasiswa untuk melaksanakan praktikum.

“Lembaga Bapak/Ibu bukan sekadar tempat praktik. Lebih dari itu, lembaga Bapak/Ibu menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang turut membentuk kualitas lulusan lembaga kami,” tegasnya.

Menurutnya, interaksi mahasiswa dengan para praktisi di lapangan memberikan pengalaman yang tidak selalu dapat diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas. Karena itu, keterlibatan para mitra dalam memberikan arahan, pendampingan, evaluasi, dan pembiasaan budaya kerja menjadi bagian penting dalam proses pendidikan mahasiswa.

Atas kerja sama tersebut, pimpinan FAUD menyampaikan apresiasi kepada seluruh lembaga mitra yang telah bersedia menerima dan membimbing mahasiswa peserta praktikum.

“Kami atas nama pimpinan fakultas mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang sebelumnya tertuang di atas kertas, kemudian ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama pembimbingan mahasiswa peserta praktikum,” ungkapnya.

Diikuti 16 Lembaga Mitra

FGD Penyamaan Persepsi Pelaksanaan Praktikum FAUD 2026 diikuti oleh 16 perwakilan lembaga mitra yang sekaligus merupakan pengguna lulusan program studi di lingkungan FAUD.

Sejumlah lembaga yang hadir di antaranya enam Koperasi Unit Desa (KUD) di Kabupaten Pamekasan, MJTV Pamekasan, Radio Karimata, Kabar Madura, Klik Madura, serta sejumlah lembaga mitra lainnya.

Kehadiran para pengguna lulusan tersebut menjadi kesempatan bagi fakultas untuk memperoleh masukan langsung mengenai kebutuhan dunia kerja. Masukan tersebut penting untuk memastikan bahwa proses pembelajaran dan praktikum yang dilaksanakan mahasiswa tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan profesional.

Mitra Dorong Mahasiswa Lebih Aktif dan Profesional

Dalam sesi diskusi, perwakilan lembaga mitra turut memberikan sejumlah masukan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan praktikum.

Perwakilan MJTV misalnya, mengharapkan adanya kerja sama yang baik antara fakultas dan lembaga mitra dalam mengingatkan peserta praktikum mengenai pentingnya sikap profesional selama berada di lingkungan kerja.

Mahasiswa diharapkan dapat terlibat secara aktif, menjaga kesopanan, disiplin, hadir tepat waktu, serta menaati berbagai aturan yang berlaku di lembaga tempat mereka melaksanakan praktikum.

Sementara itu, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) menyoroti pentingnya kejelasan kisi-kisi atau arah kegiatan yang akan dibimbingkan kepada mahasiswa selama menjalani praktikum.

Menurutnya, mahasiswa perlu mendapatkan gambaran yang jelas mengenai tugas dan kompetensi yang harus dicapai agar kehadiran mereka di lembaga mitra tidak hanya sekadar duduk dan menunggu instruksi. Mahasiswa diharapkan mampu bersikap lebih proaktif dalam menjalankan kewajiban dan aktivitas praktikum.

Masukan tersebut mendapat perhatian penting dari fakultas karena sejalan dengan tujuan praktikum untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, bekerja secara disiplin, serta menunjukkan etika dan integritas profesional.

Sosialisasikan VMTS dan Tagline FAUD

Selain membahas teknis pelaksanaan praktikum, momentum FGD tersebut juga dimanfaatkan Dekan FAUD untuk menyosialisasikan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) fakultas kepada para pengguna lulusan dan pimpinan lembaga mitra.

Sosialisasi VMTS dilakukan seiring dengan perubahan bentuk kelembagaan dari IAIN Madura menjadi UIN Madura yang membawa konsekuensi pada penyesuaian arah pengembangan institusi, termasuk di tingkat fakultas.

Ah. Fawaid menegaskan bahwa pengenalan VMTS kepada para mitra bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan administratif kelembagaan. Para pengguna lulusan perlu memahami arah strategis FAUD sehingga kerja sama yang dibangun dapat diarahkan untuk mendukung pencapaian tujuan jangka panjang fakultas.

Dalam forum tersebut, Dekan FAUD juga memperkenalkan tagline fakultas, yakni “Menjaga Nilai, Membaca Zaman, dan Menggerakkan Peradaban.”

Tagline tersebut menjadi semangat FAUD dalam menyiapkan lulusan yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan keilmuan, mampu membaca perubahan zaman, serta memiliki kapasitas untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan peradaban.

Melalui FGD Penyamaan Persepsi Pelaksanaan Praktikum FAUD 2026, fakultas berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat dengan lembaga mitra. Praktikum diharapkan tidak hanya menjadi jembatan antara teori dan praktik, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi kampus dan dunia kerja untuk membentuk lulusan yang kompeten, berkarakter, disiplin, dan memiliki integritas profesional.

Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar FAUD UIN Madura untuk menerjemahkan tagline “Menjaga Nilai, Membaca Zaman, dan Menggerakkan Peradaban” ke dalam pengalaman pendidikan yang nyata bagi mahasiswa.[]